Rabu, 08 Desember 2010

perang korea utara dan korea selatan

Seoul – Serangan artileri Korea Utara ke Korea Selatan membuat suasana di kawasan itu mendadak tegang. Provokasi dari Korut sungguh di luar dugaan.

Sejauh ini, tidak ada pihak di Korsel yang menduga akan mendapatkan bombardir peluru artileri. Seperti dilansir Reuters, Selasa (23/11/2010), provokasi memang dimulai oleh Korut.

Pada sekitar pukul 15.00 waktu Korea, atau 13.00 WIB, Korut tiba-tiba menembakkan artileri ke arah Pulau Yeonpyeong. Tidak lama kemudian, saksi mata melihat bangunan-bangunan di pulau itu terkena serangan bombardir.

Api kemudian langsung membara. Saksi mata mengatakan 60-70 rumah di Yeonpyeong kebakaran akibat serangan artileri.

Sekitar 10 menit kemudian, Korsel langsung membalas serangan artileri. Kedua pihak saling balas bombardir. Sementara saksi mata mengatakan warga Yeonpyeong dievakuasi ke dalam bungker.

Artileri Korut pun melumpuhkan listrik di Pulau Yeonpyeong, dua warga dilaporkan terluka. Asap mulai mengepul tinggi dari rumah-rumah warga. Pihak militer Korsel menyatakan status siaga tinggi.

Kebakaran semakin luas di Pulau Yeonpyeong. Beberapa rumah runtuh setelah terbakar hebat. Jet tempur Korsel langsung diterbangkan ke lokasi. Diperkirakan sudah sekitar 200 peluru artileri menghantam pulau itu.

Pemerintah Korsel langsung menggelar rapat mendadak. Mereka mengatakan akan mengambil tindakan tegas jika Korut melanjutkan provokasi. Namun Presiden Korsel Lee Myung-bak menyerukan upaya untuk meredam aksi saling tembak.

Satu jam berlalu atau sekitar pukul 16.00 waktu Korea, pihak Korsel menyerukan penghentian aksi saling bombardir. Warga Pulau Yeonpyeong mulau diungsikan ke luar pulau dengan perahu nelayan.

Perang bombardir berhenti. Militer Korsel mengumumkan satu tentara tewas, 13 luka-luka termasuk 3 orang luka berat.Konflik Perang Korea Utara dan Korea Selatan kembali memanas kemarin. Korea Utara membombardir sebuah pulau milik Korea Selatan. Ane tidak tau lah apa yang terjadi, yang penting ini dia berita selengkapnya :) :

Perang Korea Selatan dan Korea UtaraVIVAnews – Konflik kedua Korea hari ini kembali memanas. Setelah diduga menenggelamkan kapal patroli Korea Selatan (Korsel) Maret lalu, kini Korea Utara (Korut) menembakkan puluhan peluru artileri ke pulau Yeonpyeong di Korsel, Selasa 23 November 2010. Sedikitnya, seorang tentara Korsel tewas dan 13 serdadu lainnya serta dua warga sipil terluka.

Menurut kantor berita Yonhap, seperti yang dikutip stasiun televisi CNN, Korut sedikitnya melancarkan 200 kali tembakan artileri ke Pulau Yeonpyeong mulai pukul 14.30 waktu setempat. Korsel lalu membalas dengan melontarkan 80 kalitembakan artileri dan mengerahkan jet-jet tempur.

Pemerintah Korsel langsung menggelar rapat darurat dan suasana di Negeri Ginseng itu pun tampak tegang.

berita hangat

Irfan Bachdim (lahir di Amsterdam, 11 Agustus 1988; umur 22 tahun) merupakan pemain sepak bola Indonesia keturunan Belanda[1]. Saat ini ia memperkuat Persema Malang di Liga Super Indonesia. Ia direkrut Pelatih Persema Timo Scheunemann bersama Kim Jefri Kurniawan. Pelatih Persema Malang itu tertarik ketika Irfan dan pemain muda berbakat Indonesia lainnya bermain di laga amal untuk tokoh sepakbola Lucky Acub Zaenal di Stadion Gajayana, Malang. Irfan sempat hampir membela tim sepak bola U-23 Indonesia di Asian Games 2006 - Qatar. Sayang, dia harus absen dari turnamen tersebut karena menderita cedera. Pada Bulan Juli 2009 dia ditransfer tanpa biaya ke klub HFC Haarlem.

Dalam bermain ia bisa menempati berbagai posisi, ia dapat menempati posisi striker, gelandang maupun sayap. Irfan mengikuti jejak ayahnya, Noval Bachdim yang sebagai pemain Persema Malang di era 80-an. Keluarga besar dari ayahnya kini masih tinggal di Lawang, Kabupaten Malang. Irfan saat ini tergabung dalam timnas Indonesia asuhan Alfred Riedl untuk Piala AFF 2010. Debut pertama bersama timnas Indonesia ia awali ketika timnas menang 6-0 di laga persahabatan melawan Timor Leste, di Palembang pada 21 November 2010.

Penampilan pertamanya bersama Timnas dalam turnamen resmi terjadi pada 1 Desember 2010, saat Indonesia mengalahkan Malaysia 5-1 di Gelora Bung Karno pada ajang AFF 2010. Irfan sendiri mencetak 1 gol dalam pertandingan tersebut.

Minggu, 14 November 2010

awan panas meluncur dari puncak merapi

Awan panas 'wedhus gembel' kembali meluncur dari Gunung Merapi. Akibatnya, tim SAR yang sedang mengevakuasi korban terpaksa menghentikan pencarian.

"Sementara evakuasi kami hentikan dulu," kata Kepala Tim SAR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Suseno, dalam keterangan kepada VIVAnews.com, Minggu 14 November 2010.

Menurut Suseno, informasi dari Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) menyebutkan Merapi kembali mengeluarkan awan panas sekitar pukul 10.38 WIB. Hingga kini, awan panas masih berlangsung.

Kondisi Merapi yang berkabut menyulitkan petugas mengetahui arah luncuran. Oleh karena itu, jarak dan luncuran wedhus gembel sama sekali belum bisa dilaporkan arahnya.

"Di atas juga hujan dan tertutup kabut. Dikhawatirkan kami tidak mengetahui luncuran awan panas. Jadi, Tim SAR menghentikan dulu untuk evakuasi," ujar Suseno.

Tim SAR sendiri kali ini fokus melakukan pencarian korban di Dusun Ngancar Kecamatan Cangkringan. Beberapa dusun lain di Cangkringan juga menjadi target evakuasi.

Pagi ini, petugas menemukan empat jenazah dari Cangkringan. Keempatnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

merapi masih mengancam

Empat korban tewas akibat sapuan awan panas Gunung Merapi, telah ditemukan di tempat berbeda oleh tim evakuasi gabungan TNI, polisi, tim SAR, dan sejumlah relawan. Satu jenazah dari Glagaharjo, dan tiga jenazah lainnya dari Dusun Gadingan Lor, Argomulyo, Cangkringan.

"Ada empat jenazah korban sapuan awan panas Merapi. Satu dari Glagaharo, dan tiga dari Dusun Gadingan Los, Cangkringan," kata Supangadi, staf Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RS DR. Sardjito, Sabtu, (13/11/2010), saat ditemui di kantornya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa korban tewas yang dapat ditemukan itu berdasarkan informasi warga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya. "Saat ditemukan kondisi korban sudah tinggal tulang-tulang saja," kata koordinator tim evakuasi Kapten Infantri Yonif 403/WP Arif Subagio, Sabtu, (13/11/2010), kepada Tribunnews, saat dihubungi melalui telepon.

Oleh karena itu, lanjut Kapten Arif, jumlah korban saat evakuasi di lokasi belum dapat diketahui. Namun, berdasarkan informasi warga yang melaporkan kehilangan keluarganya, di dusun itu jumlahnya ada tujuh orang.

"Tapi kita kidak bisa berpatokan dari laporan tersebut karena saat ditemukan tinggal tulang-tulang. Kalau soal jumlah lebih baik tunggu hasil dari RS DR. Sardjito saja," ujarnya.

Proses evakuasi korban di Dusun Gading Lor pagi itu, berlangsung selama tiga jam. Dua jam dibutuhkan untuk menyisir jenazah korban. Satu jam, waktu yang dibutuhkan untuk pengangkatannya.
Hujan di Puncak Merapi
Warga Diminta Waspadai Lahar Dingin
Ahad, 14 November 2010, 12:03 WIB
Warga Diminta Waspadai Lahar Dingin
Lahar dingin Merapi ,Hujan mengguyur puncak Gunung Merapi pada Ahad (14/11) pagi ini. Relawan dan warga diharapkan waspada terhadap terjadinya aliran lahar dingin yang akan mengaliri sungai-sungai berhulu di Merapi.

"Terjadi aliran diiringi material," ujar percakapan di HT dengan gelombang informasi soal Merapi, Ahad (14/11).

Sungai-sungai berhulu di Merapi seperti Kali Gendol, Kali Boyong, Kali Kuning, Kali Krasak, Kali Code, dan Kali Apu. Petugas informasi Merapi pun mengingatkan agar para warga, relawan dan wartawan waspada terhadap aliran lahar dingin. Aliran lahar dingin itu, menurut petugas tersebut, ditandai dengan adanya bau belerang.

Sedangkan batas aman aliran lahar dingin tersebut, ujar sang petugas, ada di kisaran 500 meter. "Jarak aman masih di 500 meter. Harap waspada,"tuturnya. Petugas pun mengimbau agar warga yang berada di pinggir kali menggunakan masker.

Selain itu, menurut pantauan HT, terdapat kepulan asap vulkanik coklat dan putih yang membumbung ke arah vertikal. Sementara angin sendiri, bergerak ke timur laut dan cenderung ke barat merapi.

Sementara, kegiatan evakuasi warga yang diduga tewas akibat bencana masih dilakukan oleh TNI Angkatan Darat (Kopasus), tim Search and Rescue (SAR), PMI, Wanadri, dan relawan lainnya di Desa Ngempringan, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.

Tim kopasus dan PMI kembali menggunakan alat berat haglun untuk menerobos medan evakuasi. Sayangnya, pencarian yang dilakukan dari pukul 07.00 hingga pukul 10.00 WIB itu tidak menemukan satu pun korban yang diduga masih tertimbun abu vulkanik.

Salah satu warga Ngempringan, Slamet, mengatakan, masih terdapat tujuh orang tetangganya yang diduga hilang. "Ada tujuh. Pak Proyatmojo, Mbok Sisum Mitrowiyono, Dalini, Mbah Muh Haji Wiyono, Murtini, Mbok Si Pon, Parmi," tutur Slamet di lokasi. Menurutnya, tujuh orang tersebut tertinggal setelah letusan besar Merapi pada Kamis (4/11) lalu.

Sabtu, 30 Oktober 2010

pemalang nyoblos maning

Pemilihan Umum Kepala daerah (Pemilukada) Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 31 Oktober 2010. Digelarnya hajat limatahunan di Pemalang karena bupati HM Machroes SH akan habis masa jabatannya pada 24 Januariu 2011 mendatang. Pesta demokrasi untuk memilih bupati dan wakil bupati periode 2011-2016 tersebut diikuti 4 pasang calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup).

Masing-masing pasangan calon adalan Yugo Dwijaya (pengusaha) dan Sri Hartati (anggota DPRD), Sumadi Sugondo (mantan Sekda) dan Siti Sukesi (kepala desa), Junaedi (wakil bupati) dan Mukti Agung Wibowo (pengusaha) dan pasangan Kun Sriwibowo (dokter) dengan Endang Purwanti (anggota DPRD).

Nomor Urut Calon Bupati Dan Wakil Bupati Pemalang 2010.

1.Pasangan Yugo Dwijaya-Sri Hartati diusung lintas partai yang terdiri 18 parpol. Dua partai masing-masing Gerindra dan Hanura, memiliki wakil di kursi DPRD setempat, sedang 16 partai lainnya tidak memiliki wakil di kursi dewa.

2. Pasangan Sumadi Sugondo-Siti Sukesi, dicalonkan oleh Partai Golkar.

3. Pasangan Junaedi – Mukti Agung Wibowo diusung koalisi 4 partai, masing-masing PDIP, PKB, PPP dan Demokrat.

4. Pasangan Kun Sriwibowo – Endang Purwanti diusung PKS dan PAN.

Keempat pasangan cabup/wabup tersebut telah mengikuti peroses pencalonan yang ditetapkan KPUD Pemalang sehingga berhak maju ke babak pemilihan pada 31 Oktober. Setelah ditetapkan sebagai peserta pada 2 Oktober lalu.

Daftar Pemilih Tetap Pilkada Pemalang 2010

Sebagaimana data pada rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di KPUD Pemalang, warga yang berhak pilih jumlahnya mencapai 1.049.961 jiwa. Mereka mendatangi, 2.023 TPS yang tersebar di 222 desa/kelurahan di 14 wilayah kecamatan. Rekapitulasi DPT dan TPS ini dikeluarhak KPU Pemalang pada 25 September lalu.

Hasil Pilkada Kabupaten Pemalang ( Penghitungan Cepat Quik Count)

No. Nama Pasangan Perolehan Suara
1 Yugo Dwijaya-Sri Hartati 00 suara (00%)
2 Sumadi Sugondo-Siti Sukesi 00 suara (00%)
3 Junaedi – Mukti Agung Wibowo 00 suara (00%)
4 Kun Sriwibowo – Endang Purwanti 00 suara (00%)

Hasil Pilkada Pemalang ( Penghitungan KPUD )

No. Nama Pasangan Perolehan Suara
1 Yugo Dwijaya-Sri Hartati 00 suara (00%)
2 Sumadi Sugondo-Siti Sukesi 00 suara (00%)
3 Junaedi – Mukti Agung Wibowo 00 suara (00%)
4 Kun Sriwibowo – Endang Purwanti 00 suara (00%)

Dengan berlangsungnya pemilukada di Kabupaten Pemalang pada 31 Oktober 2010, diharapkan bupati terpilih beserta wakilnya mampu merealisasikan semua program yang dipaparkan dalam kampanye.

Rabu, 27 Oktober 2010

segenap keluarga besar DE JONG JAVA KAUMAN mengucapkan salamat hari sumpah pemuda
28 oktober 2010

copyright © De Jong Java Kauman

2010-2020