Awal perang dunia II (front barat)
Perang Dunia II mulai berkecamuk di Eropa dengan dimulainya serangan ke Polandia pada 1 September 1939 yang dilakukan oleh Hitler dengan gerak cepat yang dikenal dengan taktik Blitzkrieg, Cara berperang ini terbukti efektif dengan berhasil dikuasainya Polandia dan Perancis oleh Jerman dengan memanfaatkan musim panas yang menyebabkan perbatasan sungai dan rawa-rawa di wilayah Polandia kering yang memudahkan gerak laju pasukan lapis baja Jerman serta mengerahkan ratusan pembom tukik yang terkenal Ju-87 Stuka. Polandia yang sebelumnya pernah menahan Uni Soviet di tahun 1920-an saat itu tidak memiliki kekuatan militer yang berarti. Kekurangan pasukan lapis baja, kekurang siapan pasukan garis belakang dan koordinasinya dan lemahnya Angkatan Udara Polandia menyebabkan Polandia sukar memberi perlawanan meskipun masih memiliki 100 pesawat tempur namun jumlah itu tidak berarti melawan Angkatan Udara Jerman "Luftwaffe". Perancis dan kerajaan Inggris menyatakan perang terhadap Jerman pada 3 September sebagai komitment mereka terhadap Polandia pada pakta pertahanan Maret 1939.
Setelah mengalami kehancuran disana sini oleh pasukan Nazi, tiba tiba Polandia dikejutkan oleh serangan Uni Soviet pada 17 September dari timur yang akhirnya bertemu dengan Pasukan Jerman dan mengadakan garis demarkasi sesuai persetujuan antara Menteri Luar Negeri keduanya, Ribentrop-Molotov. Akhirnya Polandia menyerah kepada Nazi Jerman setelah kota Warsawa dihancurkan, sementara sisa sisa pemimpin Polandia melarikan diri diantaranya ke Rumania. Sementara yang lain ditahan baik oleh Uni Soviet maupun Nazi. Tentara Polandia terakhir dikalahkan pada 6 Oktober. peperangan yang tak imbang selama 63 hari antara tentara Nazi dan Polandia. Tak heran, pertempuran tersebut berakhir dengan kematian sekitar 200 ribu penduduk Warsawa. Sebagian besar Kota Warsawa secara sistematis juga dihancurkan pasukan Adolf Hitler itu. Setelah Warsawa jatuh, tentara Nazi juga memenjarakan para pejuang Polandia dan menyingkirkan penduduk sipil. Banyak di antara mereka yang dikirim ke sejumlah kamp konsentrasi.
Pada awal tahun 1940, sekitar 5000 tentara Polandia digiring oleh tentara Soviet ke hutan Katyn dan di sana mereka dibunuh dan dikuburkan secara massal. Namun, pemimpin Soviet tidak mengakui pembunuhan massal itu dan menyatakan bahwa tentara Nazi Jermanlah pelakunya. Ketika Gorbachev berkuasa, ia berusaha mendekatkan hubungan dengan Barat dan salah satu usahanya adalah membuka sejarah Uni Soviet selama Perang Dunia II. Uni soviet secara resmi mengakui bahwa pihaknyalah yang melakukan pembunuhan massal du hutan Katyn, Polandia, pada era Perang Dunia II. Pada tahun 1939, Polandia diinvasi oleh tentara Nazi dari arah barat dan oleh tentara Soviet dari arah timur.
Jatuhnya Polandia dan terlambatnya pasukan sekutu yang saat itu dimotori oleh Inggris dan Perancis yang saat itu dibawah komando Jenderal Gamelin dari Perancis membuat Sekutu akhirnya menyatakan perang terhadap Jerman. Namun juga menyebabkan jatuhnya kabinet Neville Chamberlain di Inggris yang digantikan oleh Winston Churchill. Ketika Hitler menyatakan perang terhadap Uni Soviet, Uni Soviet akhirnya membebaskan tawanan perang Polandia dan mempersenjatainya untuk melawan Jerman. Invasi ke Polandia ini juga mengawali praktek prektek kejam Pasukan SS dibawah Heinrich Muller terhadap orang orang Yahudi.
Perang Musim Dingin dimulai dengan invasi Finlandia oleh Uni Soviet, 30 November 1939. Pada awalnya Finlandia mampu menahan pasukan Uni Soviet meskipun pasukan Soviet memiliki jumlah besar serta dukungan dari armada udara dan lapis baja, karena Soviet banyak kehilangan jendral-jendral yang cakap akibat pembersihan yang dilakukan oleh Stalin pada saat memegang tampuk kekuasaan menggantikan Lenin. Finlandia memberikan perlawanan yang gigih yang dipimpin oleh Baron Carl Gustav von Mannerheim serta rakyat Finlandia yang tidak ingin dijajah. Bantuan senjata mengalir dari negara Barat terutama dari tetangganya Swedia yang memilih netral dalam peperangan itu. Pasukan Finlandia memanfaatkan musim dingain yang beku namun dapat bergerak lincah meskipun kekuatannya sedikit (kurang lebih 300.000 pasukan). Akhirnya Soviet mengerahkan serangan besar besaran dengan 3.000.000 tentara menyerbu Finlandia dan berhasil merebut kota-kota dan beberapa wilayah Finlandia. Sehingga memaksa Carl Gustav untuk mengadakan perjanjian perdamaian.
Ketika Hitler menyerang Rusia (Uni Soviet), Hitler juga memanfaatkan pejuang-pejuang Finlandia untuk melakukan serangan ke kota St. Petersburg.
Perang Dunia II : khusus dalam zona Eropa
Di saat kami SMA, menurut pelajaran sejarah yang saya pelajari awal mula Perang Dunia ke-2 diawali dengan kekalahannya Jerman pada Perang Dunia ke-1 yang dikalahkan oleh Rusia (Uni Soviet). Dengan kekalahannya Jerman mengakibatkan Jerman terikat dengan perjanjian Versailles yang isinya adalah Jerman harus membayar ganti rugi perang kepada negara-negara sekutu dan Jerman dilarang mengembangkan angkatan bersenjata, mereka hanya boleh memiliki pasukan 100.000 orang, dan dilarang memiliki tank. Dengan adanya perjanjian yang mengharuskan Jerman membayar ganti rugi kepada pihak sekutu mengakibatkan kekacauan ekonomi di Jerman, terbukti pada tahun 1920-an terjadi inflansi ekonomi di Jerman dan diikuti dengan depresi perdagangan dunia lalu pada tahun 1930-1932 tingkat pengangguran di Jerman mencapai 33%. Hitler yang pada saat itu sangat gerah melihat keadaan negaranya melakukan sebuah tindakan pemberontakan terhadap rezim Republik Weimar yang pada saat itu sedang berkuasa, namun hal itu gagal dan mengakibatkan Hitler dipenjara selama Sembilan bulan. Setelah Hitler bebas ia bergabung dalam sebuah partai yang beranama National Socialist (Nazi). Dengan bergabungnya Hitler dalam partai Nazi diangkatlah hitler menjadi Kanselir oleh Presiden Hindenburg pada tahun 1933, lalu pada tahun 1934 Presiden Hindenburg meninggal kemudian Hitler menjabat sebagai Kanselir dan Presiden dan menyebut dirinya sebagai Fuhrer (pemimpin tertinggi di Jerman).
Setelah Hitler mendapat posisi tertinggi dalam Jerman, Hitler pun langsung melaksanakan keinginannya yang tertunda yaitu memperbaiki keadaan Jerman dengan cara mengalahkan Negara-negara sekutu dan ditambah dengan kepercayaannya, bahwa ras Jerman adalah ras yang paling tertinggi diantara ras lain dan hanya mengotori saja oleh karena itu lebih baik dimusnahkan saja. Hitler kemudian membentuk divisi panser (berlapis baja), Luttwaffe (angkatan udara) dan menyiapkan senjata tank pada tahun 1935. Lalu pada tanggal 1 september 1939, Jerman menyerang Polandia tanpa pemberitahuan kepada pihak sekutu. Penyerangan itu dilakukan dengan tembakan kapal latih Jerman Schleswlg Holstein terhadap markas garnisun Polandia di Westerplatte. Penyerangan Jerman terhadap Polandia menyebabkan kemarahan dari pihak sekutu, pada tanggal 3 september 1939 Inggris dan Perancis menerima pernyataan perang dari Jerman. Perang Jerman dengan Polandia berlansung selama 17 hari dan itu dimenangkan oleh Jerman, penyebab kekalahan Polandia dalam perang adalah cara berpikir taktik perang para jenderal yang masih kolot, hal itu diakibatkan rasa bangga dari kemenangan Perang Dunia ke-1 dan mereka tidak mau menerima teknologi senjata yang sudah modern. Berlainan dengan Jerman yang memiliki jenderal muda yang mau menerima teknologi modern dan para jenderal Jerman ini juga belajar pengalaman kekalahan perang pada saat Perang Dunia ke-1.
Penjelasan di atas memang cukup singkat, Tetapi di dalam makalah ini, kami akan menuliskan alur PD 2 secara lebih lengkap. Perang dunia II, di daratan eropa secara resmi terjadi dikarenakan berbagai sebab yang dapat diklasifikan sebagai sebab umum dan sebab khusus. Sebab – sebab umum PD II antara lain,// kegagalan Liga Bangsa-Bangsa dalam menjalankan tugasnya, Munculnya politik alinasi (politik mencari kawan), Kekacauan dalam bidang ekonomi, Munculnya paham ultranasionalisme, Jerman tidak mengakui lagi Perjanjian Versailles. Sedangkan sebab khususnya Perang dunia II, dimulai dari penyerbuan tentara jerman terhadap polandia. Penyerbuan ini terjadi pada tanggal 1 september 1939. Pada awalnya penyerbuan ini didasarkan kepada perjanjian Versailles, yang mana wilayah Prusia Timur (Jerman) dipisahkan dari Jerman dengan dibentuknya negara Polandia. Di tengah-tengah negara Polandia terletak kota Danzig yang dituntut oleh Jerman, karena penduduknya adalah bangsa Jerman. Sedangkan Polandia menolak untuk menyerahkan kota Danzig, bahkan Polandia menjalin hubungan dengan mengadakan perjanjian dengan Inggris, Perancis, Rumania dan Yunani dengan suatu keputusan untuk saling menjamin kemerdekaan masing-masing negara. Hitler kemudian menjawab dengan mengadaka n Perjanjian Jerman-Rusia (23 Agustus 1939), yaitu perjanjian non-agresi, di mana kedua negara tidak akan saling menyerang. Berangkat dari sini selanjutnya tanggal 3 September 1939 Inggris dan Perancis mengumumkan perang kepada Jerman.
Alur peristiwa Perang Dunia II
Perang dunia II, berjalan dengan melibatkan berbagai negara – negara yang ada di dunia, baik itu di eropa, asia, ataupun afrika dan amerika. Namun di eropa sendiri, jalannya Perang dibagi menjadi tiga periode :
1. Periode Permulaan (1939-1942) pihak As (Jerman) menang dan pihak sekutu kalah.
2. Turning Point, (saat-saat membalik) (tahun 1942).
3. Periode terakhir (1943-1945) pihak As (Jerman) berhasil dikalahkan oleh pihak sekutu.
Jalannya periode permulaan, diawali dengan invasi Eropa Barat, Republik-republik Baltik, Yunani, dan Balkan. Jerman pertama kali menyerang polandia seperti yang telah dijelaskan diatas pada tahun 1939, kemudian invasi dilanjutkan dengan menyerang Denmark dan Norwegia pada 9 April 1940 melalui Operasi Weserübung, yang terlihat untuk mencegah serangan Sekutu melalui wilayah tersebut. Pasukan Inggris, Perancis, dan Polandia mendarat di Namsos, Andalsnes, dan Narvik untuk membantu Norwegia. Pada awal Juni, semua tentara Sekutu dievakuasi dan Norwegia-pun menyerah.
Berangkat dari sini jerman memperoleh kemenangan yang besar, yang kemudian dilanjutkan dengan Operasi Fall Gelb, invasi Benelux dan Perancis, dilakukan oleh Jerman pada 10 Mei 1940, mengakhiri apa yang disebut dengan “Perang Pura-Pura” (Phony War) dan memulai Pertempuran Perancis. Pada tahap awal invasi, tentara Jerman menyerang Belgia, Belanda, dan Luxemburg untuk menghindari Garis Maginot dan berhasil memecah pasukan Sekutu dengan melaju sampai ke Selat Inggris. Negara-negara Benelux dengan cepat jatuh ke tangan Jerman, yang kemudian melanjutkan tahap berikutnya dengan menyerang Perancis. Pasukan Ekspedisi Inggris (British Expeditionary Force) yang terperangkap di utara kemudian dievakuasi melalui Dunkirk dengan Operasi Dinamo. Tentara Jerman tidak terbendung, melaju melewati Garis Maginot sampai ke arah pantai Atlantik, menyebabkan Perancis mendeklarasikan gencatan senjata pada 22 Juni dan terbentuklah pemerintahan boneka Vichy.
Pada Juni 1940, Uni Soviet memasuki Latvia, Lituania, dan Estonia serta menganeksasi Bessarabia dan Bukovina Utara dari Rumania. Jerman kemudian bersiap untuk melancarkan serangan ke Inggris dan dimulailah apa yang disebut dengan Pertempuran Inggris atau Battle of Britain, perang udara antara AU Jerman Luftwaffe melawan AU Inggris Royal Air Force pada tahun 1940 memperebutkan kontrol atas angkasa Inggris. Jerman berhasil dikalahkan dan membatalkan Operasi Singa Laut atau Seelowe untuk menginvasi daratan Inggris. Hal itu dikarenakan perubahan strategi Luftwaffe dari menyerang landasan udara dan industri perang berubah menjadi serangan besar-besaran pesawat pembom ke London. Sebelumnya terjadi pemboman kota Berlin yang ddasarkan pembalasan atas ketidaksengajaan pesawat pembom Jerman yang menyerang London. Alhasil pilot peswat tempur Spitfire dan Huricane dapat beristirahat. Perang juga berkecamuk di laut, pada Pertempuran Atlantik kapal-kapal selam Jerman (U-Boat) berusaha untuk menenggelamkan kapal dagang yang membawa suplai kebutuhan ke Inggris dari Amerika Serikat.
Italia menyerbu Yunani pada 28 Oktober 1940 melalui Albania, tetapi dapat ditahan oleh pasukan Yunani yang bahkan menyerang balik ke Albania. Hitler kemudian mengirim tentara untuk membantu Mussolini berperang melawan Yunani. Pertempuran juga meluas hingga wilayah yang dikenal sebagai wilayah bekas Yugoslavia. Pasukan NAZI mendapat dukungan dari sebagian Kroasia dan Bosnia, yang merupakan konflik laten di daerah itu sepeninggal Kekhalifahan Ottoman. Namun Pasukan Nazi mendapat perlawanan hebat dari kaum Nasionalis yang didominasi oleh Serbia dan beberapa etnis lainnya yang dipimpin oleh Josip Broz Tito.
Pada 27 September 1940, ditanda tanganilah pakta tripartit oleh Jerman, Italia, dan Jepang yang secara formal membentuk persekutuan dengan nama (Kekuatan Poros). Inilah yang menjadi puncak kemenangan negara – negara As / Poros.
Jalannya periode titik balik bermula dari mulai kendurnya serangan – serangan jerman terhadap sekutu, dikarenakan ada beberapa kekalahan yang ditelan pihak jerman oleh sekutu di daerah afrika. Titik balik perang ini juga bermula dari gagalnya invasi jerman ke Uni Soviet, yang dinamakan operasi Barbossa. Awalnya invasi ini berhasi merangsek masuk ke daerah Uni Soviet. Namun pada akhirnya dikarenakan keterbatasan pengalaman tentara – tentara jerman dalam menghadapi kondisi geografis di Uni Soviet sendiri. Tentara jerman ternyata tidak dapat mengatasi cuaca dan kondisi geografis berupa musim dingin di daerah Uni Soviet, yang mana dalam hal ini ternyata dimanfaatkan dengan baik oleh tentara Uni Soviet yang pada waktu itu dipimpin oleh Joseph Stalin. Walaupun sebelumnya pasukan jerman telah masuk ke wilayah Stalingrad, namun pasukan jerman hanya tertahan di wilayah itu dan pada akhirnya pasukan jerman dapat dipukul mundur oleh pasukan Uni Soviet. Pukulan balik ini menandai titik balik Jerman sebagai pihak sentral dalam perang dunia II. Setelah invasi yang gagal itu, jerman mulai kehabisan sumber daya perang, ditambah dengan penghianatan beberapa petinggi militer terhadap hitler di dalam negeri, sampai dikepungnya jerman menjadi titik balik dari kemenangan jerman menjadi titik awal kekalahan jerman di PD II.
Italia sebagai pihak Poros pun telah sebelumnya menyerah kalah dengan ditangkapnya Mussolini oleh pihak sekutu.
Periode terakhir adalah periode akhir dalam PD II, Perang berakhir dengan Sekutu mendaratkan pasukan di Pantai Normandia, 6 Juni 1944, dengan ditandainya menyerahnya pihak poros kepada sekutu. Seperti dalam periode sebelumnya bahwasanya setelah kegagalan invasi jerman terhadap Uni Soviet, yang mana setelahnya jerman mulai bersikap defensif karena diserang balik oleh Uni Soviet. Tidak hanya itu jerman pun tidak hanya dikepung oleh Uni Soviet, tetapi juga dari arah selatan dikepung oleh pasukan sekutu, sehingga jerman tidak dapat bersifat offensif lagi dengan pengepungan ini. Pada akhir bulan april 1945, ibukota Jerman yaitu Berlin sudah dikepung oleh Uni Soviet dan pada tanggal 1 Mei 1945, Adolf Hitler bunuh diri bersama dengan istrinya Eva Braun didalam bunkernya, dan setelah mati memerintah pengawalnya untuk membakar mayatnya. Setelah menyalami setiap anggotanya yang masih setia. Pada tanggal 2 Mei, Karl Donitz diangkat menjadi pemimpin menggantikan Adolf Hitler dan menyatakan Berlin menyerah pada tanggal itu juga, yang kemudian disusul dengan menyerahnya berbagai pasukan jerman yang ditempatkan di berbagai negara. Menyerahnya negara poros di eropa, menjadi titik awal berakhirnya perang dunia ke II di Eropa, namun PD II, baru benar – benar berakhir ketika tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 Hiroshima
dan Nagasaki di bom atom oleh AS, dan pada 14 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu. Setelah Perang Dunia II berakhir, maka negara-negara yang terlibat dalam perang itu, baik yang menang perang maupun yang kalah perang menempuh upaya perdamaian. Upaya perdamaian itu dilakukan dengan perjanjian perdamaian. Berbagai perjanjian perdamaian yang pernah dilakukan di antaranya Konferensi Postdam, Perjanjian Perdamaian Sekutu dengan : Jepang, Italia, Austria, dan
Hongaria-Bulgaria-Romania-Finlandia.
Dampak – dampak PD II
PD II, membawa dampak perubahan yang sangat luar biasa terhadap wajah dunia pada umumnya dan eropa pada khususnya. Dampak – dampak ini terasa di berbagai bidang kehidupan, baik politik, sosial, ekonomi, dan budaya.
Dalam kehidupan politik, selama berlangsung perang dunia II, yang ada adalah kepentingan politik bersama dengan dasar satu paham yang sama. Baik pihak poros ataupun pihak sekutu, hanya menjalani perang dengan dasar ikatan politik ini. Tentu saja kebijakan perang yang diambil pun tidak jauh dari kepentingan politik ini. Pasca PD II, pihak yang kalah menyerah tanpa syarat kepada yang menang. Di eropa, paham fasisme sebagai pemicu perang dunia II menjadi dilarang, sehingga semua tokoh fasisme setelah hitler dan mussolini mulai diberangus. Jerman sebagai pihak yang kalah, dibagi menjadi dua bagian pada akhirnya, yaitu jerman barat yang berhaluan demokrasi kapitalis dan jerman timur yang berhaluan sosialis komunis dengan dibangunnya tembok berlin. Kesepakatan ini diambil, karena pihak – pihak yang menundukkan jerman terdiri dari blok Uni Soviet yang menyerang jerman dari timur, dan blok Amerika Serikat yang menyerang dari arah selatan jerman. Sehingga ketika jerman kalah dibuat kesepakatan untuk membagi wilayah jerman menjadi dua bagian. Dampak politik lainnya, juga mulai dibuatnya berbagai perjanjian – perjanjian dan konferensi yang pada intinya berisi tentang cara agar tidak terjadi peperangan lagi, baik itu dengan pembatasan senjata ataupun yang lainnya. Liga bangsa – bangsa yang sebelumnya telah dibentuk, namun gagal menjalankan misinya, mulai bergerak untuk menunjukkan perannya lagi, dengan kembali berkumpulnya negara – negara anggotanya dan menjalin kesatuan, yang pada akhirnya nama LBB berubah menjadi Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) atau United Nation. Namun, secara politik setelah perang dunia II, secara tidak langsung ternyata memunculkan dua kekuatan atau hegemoni baru yang mengambil alih dunia. Kekuatan itu antara lain kekuatan blok barat yang dipimpin oleh AS dan blok timur yang dipimpin oleh Uni Soviet. Pada akhirnya kedua blok ini terlibat perang dingin, dan mempengaruhi politik dunia pasca PD II.
Pasca perang besar, tentu saja akan memengaruhi kondisi ekonomi pihak – pihak yang terlibat perang. Angka pengangguran di eropa pasca perang dunia II, menjadi membengkak berkali – kali lipat. Selama perang berlangsung pun, biaya ekonomi lebih tersedot kepada kepentingan perang. Dapat dilihat bagaimana jerman ketika menginvasi negara – negara lain, jerman mengambil berbagai sumber daya, baik alam maupun manusia untuk digunakan dalam kepentingan perang. Begitupun jepang yang juga mempropagandakan slogannya, yang mana tentu saja untuk mewujudkan slogan ini diperlukan sumber daya yang tidak sedikit. Selama perang berlangsung dapat dilihat bagaimana perlakuan kaum nazi jerman, terhadap ras dan bangsa lain, yang banyak dalam sejarah diceritakan sangat buruk. Pembunuhan massal, penyiksaan, kamp konsentrasi, menjadi permasalahan sosial selama perang berlangsung.
Pasca perang dunia II, Permasalahan ekonomi pada akhirnya juga memengaruhi permasalahan sosial yang juga muncul. Selain permasalahan kriminalitas pasca PD II. Kondisi sosial di eropa sangat buruk, dimana terdapat gambaran, bahwa di beberapa negara eropa, baik itu jerman, polandia, dan sebagainya terdapat banyak orang yang kelaparan di pinggir jalan, serta meningkatnya angka kriminalitas karena dipicu masalah ekonomi. Dapat juga dilihat secara sederhana tentang kondisi jepang yang mendapat kerugian paling parah dari PD II. Dua kota besar di jepang yang sangat vital dijatuhi bom atom, yang tentu saja menyebabkan kerugian yang sangat besar di dalamnya. Dengan dijatuhi bom atom, kondisi ekonomi jepang langsung merosot tajam, banyak masyarakat yang terkena penyakit dan permasalahan sosial lain. Pada akhirnya pasca PD II, banyak sekali masalah – masalah dalam negeri yang harus diselesaikan oleh pihak – pihak yang terlibat perang didalamnya.
Dalam beberapa artian positif, selama perang dunia II, terdapat budaya ”bersaing” yang tumbuh dengan baik. Budaya ini dikembangkan oleh jerman dan sekutu dalam berperang satu sama lain. Diceritakan bahwa antara para sesama ilmuwan, saling berlomba – lomba untuk mengembangkan senjata yang lebih canggih satu sama lainnya. Namun tetap secara sederhana, penguasaan budaya atau imperialisme budaya tidak banyak terjadi, baik sebelum ataupun setelah PD II ini.
Akhir perang dunia II
Di akhir Perang Dunia II, sebagian besar Eropa porak poranda. Kota-kota di Jerman sebagian besar hancur, jutaan orang kehilangan tempat tinggal akibat pengungsian dan pengusiran. Puluhan ribu pria, diantaranya banyak kepala keluarga menjadi tahanan perang. Jerman dibagi ke dalam empat wilayah kekuasaan pasukan sekutu, yakni Amerika Serikat, Uni Sovyet, Inggris dan Perancis. Jerman terpukul secara militer, politik dan moral.
Tanggal 25 April 1945 pasukan Amerika Serikat dan Uni Sovyet tiba di Sungai Elbe dekat kota Torgau. Tanggal 2 Mei Berlin yang sudah terkepung menyerah. Dua hari sebelumnya pimpinan NAZI Adolf Hitler bunuh diri di bunker bawah tanahnya.
Kapitulasi Jerman itu ditandai dengan dua dokumen. Bagian pertama ditanda tangani tanggal 7 Mei di markas besar pasukan Amerika Serikat yang dipimpin Jenderal Eisenhower di Reims, Perancis. Panglima militer Jerman harus mengakui kekalahan dan diwajibkan segera menghentikan perang dan menyerahkan komando tertinggi semua kekuatan darat, laut dan udara kepada pasukan sekutu.
Dalam Perang Dunia ke-2 melawan NAZI Jerman yang dipimpin Hitler, Uni Sovyet harus menelan korban terbesar. Selain korban tewas di kalangan pasukan Tentara Merah, 27 juta warga Uni Sovyet tewas dalam perang tersebut. Pada akhirnya Tentara Merah yang memukul militer Jerman di blok Timur dan mengakhiri pembunuhan di kamp konsentrasi Ausschwitz. Atas permintaan Stalin bagian kedua kapitulasi ditandatangani di markas besar pasukan Uni Sovyet di Berlin-Karlshorst tanggal 8 Mei 1945.
Banyak warga Jerman ketika itu memandang kekalahan tersebut sebagai bencana. Baru dengan demokratisasi dan pembentukan Republik Federal Jerman tahun 1949 berkembang kesadaran sejarah yang baru. Pandangan baru dalam sejarah Jerman tersirat dalam pidato yang bermakna historis dan berpengaruh besar dari Presiden Richard von Weizsäcker, 40 tahun setelah berakhirnya Perang Dunia ke-2.
Ayah Weizsäcker, Ernst sampai tahun 1943 bekerja sebagai pejabat di kementerian luar negeri pemerintahan NAZI. Namun dalam pidatonya tahun 1985, Presiden Richard von Weizscäker mengatakan 8 Mei sebetulnya bagi warga Jerman bukan hari untuk merayakan sesuatu. Ia menggambarkan masa-masa sesaat setelah Perang Dunia berakhir sebagai masa lalu yang suram dan masa depan yang diliputi kegelapan. Tapi Presiden Richard von Weizsäcker menyimpulkan makna historis tanggal tersebut
"Tanggal 8 Mei adalah hari pembebasan. Hari itu telah membebaskan kita semua dari sistem pelecehan manusia yang dilakukan penguasa Nasionalsosialistis yang semena-mena."
Sebelum 8 Mei 1985 belum pernah ada politisi Jerman Barat yang berani menyampaikan tema itu dengan begitu jelas dan tanpa kesalahpahaman. Sesuatu yang dinilai pelanggaran sebuah tabu. Demikian pendapat pakar sejarah Jerman tentang pidato historis tanggal 8 Mei, 25 tahun lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar